Semangat dari Gang Marpangat

PELUNCURAN buku Antologi Penyair Indonesia Dari Negeri Poci (DNP) 4: Negeri Abal-Abal yang diselenggarakan di Ruang Adipura, Kota Tegal, 10 Maret 2013 lalu menorehkan catatan penting bagi kesusasteraan Indonesia. Betapa tidak? Selain menjadi ajang reuni bagi Komunitas Negeri Poci, perintis awal penerbitan antologi itu, yang sudah puluhan tahun terpisah, sekaligus menjadi tempat terakhir pengabdian seorang penyair yang menyetiai dunia kesusasteraan, Boedi Ismanto.

Meninggalnya Isman –sapaan akrab Boedi Ismanto- memang menyisakan kesedihan mendalam di kalangan sastrawan Indonesia. Penyair Yogyakarta yang lahir di Tegal tersebut meninggal di tanah kelahirannya, tepat saat menghadiri pesta sastra, peluncuran Antologi Penyair Indonesia DNP IV.

Lanjutkan membaca Semangat dari Gang Marpangat

Iklan

Respons ADW Atas Kejutan Bagi Dirinya

Catatan: Usai menggelar acara rahasia berupa syukuran ulang tahun dan peluncuran buku bagi Adri Darmadji Woko, berikut respons ADW yang dia tumpahkan dalam komentar pada sebuah tautan KKK

Seharian ini saya merasakan jam-jam yang aneh dalam hidup saya. Beberapa hari lalu ibu-ibu yang tergabung dalam Persekutuan Kaum Ibu GPIB Pancaran Kasih dalam syafaat mendoakan (setelah saya menyampaikan firman Tuhan kepada mereka), niscaya Tuhan akan membuat saya heran karena kasih dan karunia-Nya akan memberkati kehidupan saya sekeluarga sebagai pelayan Tuhan.
Dan hari ini saya merasakan betapa saya bersyukur atas curahan rahmat-Nya. Pada pagi sekali, keluarga dan sahabat-sahabat fesbuker menyampaikan salam dan doa mereka kepada saya. Pagi tadi, Mas KJ (@Kurniawan Junaedhie) melalui sms memberitahukan bahwa kita akan membahas rencana Dari Negeri Poci 6 bersama Mas Hans (@Handrawan Nadesul). Jadilah kami bareng dari Depok (alasan Mas KJ karena ada pertemuan dengan teman di sana). Dalam tumpangan mobilnya, saya sudah mengira-kira apa saja yang akan dibicarakan nanti.
Lanjutkan membaca Respons ADW Atas Kejutan Bagi Dirinya

Kejutan Untuk Adri Darmadji Woko

HARI Sabtu Pon, tanggal 28 Juni 2014, barangkali menjadi hari yang ganjil bagi Adri Darmadji Woko. Kami, kawan-kawannya, diam-diam melakukan kegiatan rahasia. Tanpa diketahuinya, kami menerbitkan buku puisinya, dan diam-diam pula mengadakan syukuran di Restoran Abunawas, dengan menu khas Arabika. Penerbitan buku, memilih sajak, mengoreksi, membuat kaver, mencetak dan memilih restoran tempat acara, kami lakukan diam-diam, dalam waktu hanya sekitar 3-4 hari saja.

Lanjutkan membaca Kejutan Untuk Adri Darmadji Woko